Selasa, 11 November 2014

Calon Pemimpin Seperti Apa Yang Di Inginkan ?


Calon Pemimpin Seperti Apa Yang Di Inginkan ?


Calon pemimpin yang saya inginkan dalam sebuah perusahaan adalah pemimpin yang bisa dan baik menjaga komunikasi dengan 2 arah antara atasan dan bawahan , Karena jika saling berkomukikasi 2 arah akan lebih memaksimalkan kinerja para karyawan dan yang lainnya , seorang pemimpin yang baik juga harus memiliki kepemimpinan yang baik pula seperti memiliki sifat sebagai berikut :

1.      Berwibawa yang baik agar bisa saling menghormati
2.      Memiliki tanggung jawab kepada hasil keputusannya
3.      Tegas dalam mengambil keputusan ,bukan berarti asal dalam memilih
4.      Tidak mencampurkan urusan pribadi ke dalam pekerjaan karena dapat merusak perusahaan
5.      Mempunya sifat percaya diri jika ingin menjalankan sebuah planning
6.      Dan lain – lain

Karena pemimpin yang baik dia akan di hormati oleh bawahannya, pemimpin dalam sebuah perusahaan seperti berorganisasi , jadi jika ingin mencapai hasil yang maksimal dalam pekerjaan antara atasan dan bawahan saling melakukan K3 yaitu komunikasi antara atasan dan bawahan ,kordinasi sangat penting untuk mengkondisikan bawahannya , dan konfirmasi untuk menanyakan kepada bawahan apakah dia siap dalam melaksanankan pekerjaan yang di kerjakan.


Seorang pemimpin juga harus memperhatikan SWOT yaitu ,strength kekuatan yang di butuhkan dalam pekerjaan ,weaknes memperhatikan kelamahan dalam pekerjaan ,opotunity memperhatikan peluang – peluang yang masuk ,threatment memerhatikan ancaman dari luar atau dalam, jika seorang pemimpin bisa melaksanakan tugas dengan baik maka dia memiliki kepemimpina yang baik.

Keep Safety Riding On The Way

Penulisan Artikel
Keep Safety Riding On The Way

Untuk penulisan artikel ini saya akan membahas tentang bagaimana safety riding dalam perjalanan ,kenapa safety riding sangat penting ? karena dengan kita berkendara aman saja kita bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat ,tujuan saya membuat artikel ini agar pengendara motor dan mobil bisa lebih utama mementingkan keselamatannya sendiri dan orang lain dengan cara mematuhi rambu – rambu lalu lintas ketika sedang berkendara.

Hal yang terpenting dalam berkendara motor maupun mobil yang pertama adalah kita harus memperhatikan kesahatan atau kondisi tubuh kita ,karena jika kondisi tubuh kita kurang baik itu akan meyebabkan konsentrasi dalam berkendara di jalan raya berkurang dan bisa menyebabkan kecelakaan, kemudian hal yang perlu di perhatikan adalah kendaraan kita ,sebelum kita berkendara baik jauh maupun dekat sebaiknya kita memperhatikan kendaraan yang akan kita gunakan seperti mengecek tekanan angina pada ban ,dll. Kemudian kita juga harus memakai helm bagi pengendara motor karena untuk keselamatan kepala kita ,terkadang seseorang mengabaikan memakai helm walaupun hanya berpergian dekat ,walaupun kita hanya dekat tapi tetap kita harus menggunakan helm untuk menjaga kepala kita dari kecelakaan bukan hanya kita memakai helm pada saat ada polisi ,dan jika berkendara jauh sebaiknya menggunakan jaket ,helm , sarung tangan , dan dekker pada kaki dan tangan. Untuk pengendara mobil sebaiknya selalu gunakan sabuk pengaman demi keselamatan demi kesalamat diri sendiri dan bagi penumpangnya. Dalam berkendara kita juga sebaiknya saling menghormati pengendara mobil atau motor agar tidak terjadi keributan di jalan raya dan menyebabkan kemacetan.

Jadi kesimpulannya tetap jaga kondisi tubuh anda jika ingin berkendara dekat maupun jauh ,dan rutin untuk mengecek kendaraan anda sendiri demi kenyamanan berkendara anda ,mungkin tidak banyak yang bisa saya tulis ,semoga penulisan artikel ini berguna dan masyarakat lebih tertib berlalu lintas di jalan raya.


Senin, 10 November 2014

Jurnal Softskill - Teori Organisasi Umum


Jurnal 1
KEPEMIMPINAN MELALUI MOTIVASI




I.       Pendahuluan

Pengertian kepemimpinan adalah: The process of inspiring others to work hard to accomplish important task (Schermerhorn, 1996). Pengertian tersebut dapat dapat dijabarkan sebagai berikut:

Memberikan inspirasi pada orang lain untuk termotivasi/memotivasi dirinya bekerja keras agar produktif.

Mengarahkan/mempengaruhi usaha orang lain untuk pencapaian tujuan bersama melalui komunikasi efektif.


Dalam hubungannya dengan motivasi, kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap penciptaan lingkungan kelompok yang kondusif agar dapat memotivasi anggota-anggota kelompoknya. Agar dapat menginspirasi individu untuk memotivasi dirinya sendiri, seorang pemimpin perlu memahami kebutuhan dan keinginan individu tersebut. Lingkungan kondusif yang dapat memotivasi sangat penting, karena motivasi setiap individu akan berkorelasi langsung dengan produktivitas.

Pada saat menginspirasi anggota kelompoknya, seorang pemimpin sedang mengubah cara berpikir mereka, sedangkan pada saat memotivasi, pemimpin sedang mengubah cara bertindak.

INSPIRATION is changing THINKING, MOTIVATION is changing ACTION.
















1


II.      Kepemimpinan

2. 1. Pemimpin yang Baik

Beberapa dekade yang lalu kekuasaan dan posisi sangat berpengaruh terhadap seorang pemimpin. Namun, dewasa ini seorang pemimpin tidak dapat menuntut bawahan untuk menghormati dan menghargai mereka. Penghormatan dan penghargaan tersebut harus diperoleh.

Kepemimpinan saat ini, lebih dari kapan pun, merupakan proses dua arah antara pemimpin dan yang dipimpin. Pada akhirnya, tanpa bawahan yang mempunyai kemauan, pemimpin tidak dapat memimpin.

Kepemimpinan sangat mempengaruhi produktivitas sebuah organisasi. Kepemimpinan yang buruk akan mengakibatkan:

1.    Kelompok tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Waktu dan sumber daya dapat terbuang percuma, dan pekerjaan pun tidak dilaksanakan dengan sempurna.

2.    Kelompok tidak termotivasi. Memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan suatu tugas, atau bahkan tidak dapat menyelessaikannya ssama sekali.

3.    Individu tidak bekerja sebagai tim dan tidak tidak berinteraksi sebagai suatu kelompok.

4.    Kemungkinan kelompok akan berusaha minimal untuk menyelesaikan suatu tugas, dan tidak dapat bertahan jika bekerja dalam tekanan.

5.    Turn over anggota kelompok akan lebih sering karena mereka tidak mau bertahan dalam lingkungan tersebut.

6.    Individu tidak akan mengembangkan keahlian yang diperlukan. Oleh karena itu, kelompok ini tidak akan dapat menghadapi situasi baru.

Sebaliknya, kepemimpinan yang baik akan dapat mengakibaatkan:

1.    Kelompok bekerja sebagai tim, tidak sebagai individu di dalam kelompok. Mereka bekerja untuk tujuan kelompok.



2





2.    Tim dapat memahami tujuan-tujuan kelompok dan bagaimana mereka dapat menyesuaikan tujuan kelompok tersebut dengan tujuan-tujuan organisasi.

3.    Anggota tim saling mendukung satu sama lain

4.    Tim bersedia memberikan usaha lebih saat dibutuhkan.

5.    Tim menetapkan target pekerjaan yang sempurna, tidak hanya ‘melakukan pekerjaan’

6.    Setiap individu tahu apa yang harus dikerjakan oleh tim, dan peran masing-masing individu dalam melakukan pekerjaan tersebut.

7.    Anggota tim bermotivasi untuk melakukan tugas seefektif mungkin.

8.    Tugas spesifik di dalam pekerjaan keseluruhan ditugaskan kepada anggota tim yang paling berkemampuan.

Manajer menjadi seorang pemimpin saat kepribadian dan karakter, pengetahuan dan fungsi keahlian untuk pemimpin diakui dan diterima oleh individu-individu yang berhubungan.

Kepemimpinan dapat diperoleh dari sebuah situasi spesifik dan otoritasnya dapat diperoleh dari posisi (jabatan), kepribadian (kualitas dasar dan pengaruh), serta pengetahuan (keahlian teknis).

Agar dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, terdapat beberapa kualitas yang harus dimiliki, yaitu:

1.    Enthusiasm

2.    Integrity, baik pribadi keseluruhan dan konsisten pada nilai diluar diri sendiri, terutama kebaikan & kejujuran. Kualitas ini menimbulkan kepercayaan kepada pemimpin.

3.    Toughness, Demanding, with high standards, resilient, tenacious and with the aim of being respected ( not necessarily popular )







3





4.    Fairness, memberi reward dan penalty terhadap performa kerja tanpa ada favorite’, memperlakukan individu berbeda tapi seimbang.

5.    Warmth, hati dan pikiran terikat, menyayangi orang lain, serta kepedulian terhadap orang lain.

6.    Humility, kebalikan dari angkuh, menjadi pendengar yang baik dan tanpa ego yang berlebihan.

7.    Confidence, tidak percaya diri berlebihan (yang biasanya dapat menuju pada arogansi), tapi tetap memiliki kepercayaan diri.



2.2. SUPERVISING dan Managing

Kata supervisor berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘super’ = berlebih dan ‘visor’ = untuk melihat. Maka, ‘supervisor’ = orang yang melihat.

Tugas supervisor adalah melihat satu atau lebih hal dari sebuah daftar, lalu memeriksa dan mengawasi hal tersebut.

Seorang manager memiliki gambaran yang lebih luas. Tidak hanya mereka memeriksa dan mengawasi hal yang dikerjakan sekarang,tapi biasanya mereka juga bertugas untuk membuat prediksi, merencanakan ke depan, dan memutuskan bagaimana hal-hal akan diubah dan dikembangkan.

Perbedaan antara supervisor dan manager adalah sudut pandang mereka.

Supervisor biasanya lebih memperhatikan masa kini, sedangkan manager memperhatikan masa depan, masa kini, dan masa lalu.



2. 3. Perbedaan antara Mindset Aktif dan Mindset Reaktif

Mindset aktif memiliki tiga ciri: Faster, Harder, dan Smarter. Faster maksudnya meningkatkan kecepatan atas pekerjaan Anda untuk mengejar, bertahan, dan berjalan; Harder yaitu meningkatkan intensitas usaha Anda dalam rangka mengendalikan, memperbaiki dan mendominasi; sedangkan




4





Smarter artinya meningkatkan know – how Anda untuk mengecoh, mengakali, atau menyiasati suatu kemenangan

Mindset pasif, memiliki tiga ciri pula, yaitu Richer, meningkatkan level kesadaran Anda untuk mengeluarkan potensi tersembunyi dalam situasi anda; Deeper, memperluas dalamnya penghargaan Anda terhadap hubungan manusia untuk mempercepat kemajuan dan sinergi; dan Wiser, memperluas pengertian Anda tentang bagaimana dan mengapa dunia dapat menciptakan kemungkinan baru..



2. 4. Kepemimpinan Visioner

Visi adalah adanya perasaan/sense yang jelas terhadap masa yang akan datang. Visi merupakan salah satu aspek yang penting dari kepemimpinan yang efektif

Lima prinsip Kepemimpinan Visioner adalah :

- Meragukan proses yang ada à be innovative

- Adanya antusiasme

- Membantu orang lain untuk bertindak

- Memberikan contoh

- Merayakan pencapaian prestasi




2.  5. Kepemimpinan dan Power

Power adalah kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu hal yang kita inginkan atau untuk membuat sesuatu hal terjadi sesuai dengan cara yang kita inginkan.Bukan untuk kepentingan diri namun untuk kepentingan organisasi secara menyeluruh

Terdapat 2 sumber dari Power (power base), yaitu:





5





       Power of the Position - Berdasar pada hal yang dapat diberikan seorang pemimpin pada orang lain

       Power of the Person - Berdasar pada bagaimana seorang pemimpin memiliki kualitas individual dan dipandang oleh orang lain



2. 5. 1. Position Power

Sumber dari position power adalah status/posisi manajerial seseorang dalam

organisasi.

       Reward Power – Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain melalui pemberian reward – contoh pemberian bonus, promosi, pujian, dsb.

       Coercive Power – Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain melalui pemberian hukuman atau menunda pemberian hasil yang bersifat positif

– contoh pemberian penalti, PHK, dsb.

       Legitimate Power – Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain karena adanya otoritas dari tempat kerjanya

Sumber power ini adalah kualitas personal yang dibawa oleh  seseorang

dalam memimpin suatu unit kerja




2. 5. 3. Personal Power

     Expert  Power  –  Kemampuan    mempengaruhi  orang  lain  karena

pengetahuan/ilmu spesifik yang dimiliki seseorang

       Referent Power – Kemampuan mempengaruhi orang lain karena ia membuat orang lain mengidentifikasi secara personal dengan sumber power ini. Muncul karena adany karisma ataupun personal attractiveness sehingga orang lain respek dan mengagumi dirinya

       Informational Power - kemampuan mempengaruhi orang lain karena memiliki informasi yang tepat dan banyak/luas



6





       Connection Power - kemampuan mempengaruhi orang lain karena memiliki koneksitas/hubungan yang dekat



2. 5. 3. Mendapatkan Pengaruh Positif

Agar  seorang  pemimpin  mendapatkan pengaruh positif,  ia harus dapat

melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.    Mengembangkan sumber power, membangun position power dan personal power

2.    Menggunakan strategi pengaruh, menggunakan strategi-strategi yang dapat mempengaruhi orang lain

3.    Memberdayakan orang lain, proses dimana manajer memberikan dan membantu individu lainnya untuk mendapatkan power dan memiliki pengaruh dalam organisasi

Yang dimaksud dengan pemberdayaan di atas dapat juga berarti memberikan power – kemampuan pada orang lain untuk bertindak ataupun membuat keputusan yang relevan atas pekerjaan mereka

Pada lingkungan kerja yang selalu berubah, pemberdayaan merupakan skill yang penting dikuasai oleh seorang manajer.



2. 6. Pendekatan Kepemimpinan

Terdapat dua pendekatan Kepemimpinan bagi lower level manager, yaitu:

1.    Pendekatan Traits

Trait adalah personal karakteristik individu yang relatif stabil dan menetap Dasar personal yang dianggap penting bagi efektivitas kepemimpinan adalah : drive, motivation, honesty and integrity, self-confidence, intelligence, knowledge dan flexibility






7

2.  Pendekatan Behavior




2. 7. Pemimpin yang Efektif

Berikut adalah beberapa ciri pemimpin yang efektif:

       Memiliki visi yang menarik

       Menentukan sasaran yang jelas (specific, measurable, attainable, realistic, time-oriented-smart)

       Dapat mengembangkan karyawan yang terlatih dan berpengalaman

       Selalu memberikan umpan balik

       Melibatkan karyawan dalam memecahkan masalah

       Mengembangkan iklim kerja yang mendorong kepercayaan, keterbukaan dan kebersamaan dalam bekerja

Kepemimpinan yang efektif juga dapat dicapai melalui pendelegasian kepada bawahan. Melalui pendelegasian, pemimpin akan menghemat waktu, membangun kebanggaan dan harga diri pada bawahannya karena diikutsertakan dalam penentuan hasil usahanya, dapat mengembangkan bakat, inovasi, dan kreativitas, serta mendorong timmbulnya motivasi berprestasi.



2. 8. Pemimpin dan Komunikasi

Communication is the interpersonal process of sending and receiving symbols with message attached to them

Komunikasi merupakan keterampilan penting bagi seorang manajer dan merupakan dasar yang utama bagi kepemimpinan yang efektif. Melalui komunikasi seorang manajer berbagi dan bertukar informasi, mempengaruhi, mengontrol dan menginspirasi orang lain




8





Manajer  berperan  penting  dalam membangun  komunikasi.  Peran-peran

tersebut adalah:

       Monitor Role : Mendapatkan informasi yang tepat dari dalam dan luar organisasi

       Disseminator Role : Mendistribusikan informasi dalam unit kerjanya

       Spokeperson Role : Mendistribusikan informasi keluar unit kerjanya

       Decision-Maker Role : Memanfaatkan informasi untuk menyelesaikan masalah atau untuk mencari kesempatan

Komunikasi juga dilakukan untuk proses pemberian feedback dari manajer kepada bawahan. Feedback is the process of telling someone else how you feel about something that person did or said

Manajer harus memastikan bahwa feedback yang diberikan dapat dipahami, dapat diterima, dan masuk akal.



III.  Memimpin Melalui Motivasi

Manajer yang leads through motivation akan mengembangkan suatu kondisi kerja dan melakukan kepemimpinan yang menggugah seseorang untuk bekerja lebih keras

To motivate means to encourage and inspire

Motivasi adalah dorongan dalam diri yang berhubungan dengan tingkat, arah dan persistensi –konsistensi usaha yang dilakukan seseorang dalam bekerja.



3. 1. Pengertian Motivasi

Beberapa pengertian yang dikaitkan dengan motivasi :

Motivasi adalah keinginan (desires, wants),tujuan (aims, goals), kebutuhan (needs), dorongan (drives), motif, sikap, insentif.



9





Motivasi adalah dorongan dalam diri yang berhubungan dengan tingkat, arah dan persistensi –konsistensi usaha yang dilakukan seseorang dalam bekerja.

Motivasi internal adalah dorongan (drives) dan perilaku (attitude). Kita semua termotivasi, baik positif maupun negatif.

Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin: movere yang berarti to move.

Pengertian motivasi terdiri dari 3 komponen:

Pemberian daya pada perilaku (energizing) Pemberi arah pada perilaku (directing)
Mempertahankan perilaku (sustaining)


3.    2. Motif Sosial

Menurut David McCelland semua orang dewasa berpotensi bertingkah lalu secara beraneka ragam tergantung kepada :

kekuatan atau kesiapan dari berbagai motif pada dirinya karakteristik situasi dan kesempatan

Terdapat tiga motif sosial, yaitu:

Motif Prestasi

Motif Persahabatan Motif Kekuasaan

Karakteristik situasi akan menentukan motif mana yang akan terangsang dan macam tingkah laku yang timbul. Setiap orang memiliki ketiga motif sosial, tapi dengan kadar motif yang berlainan. Orang dengan Motif Prestasi, Motif Sahabat dan Motif Kuasa yang tinggi, tingkah lakunya dapat diramalkan, makin kuat motif itu, makin jelas corak tingkah laku yang tampak.

Orang dengan Motif Prestasi yang tinggi, akan:

Melakukan sesuatu lebih baik daripada orang lain

Mencapai atau melebihi ‘ukuran keberhasilan’ yang ditetapkan sendiri




10

Mencapai suatu hasil yang luar biasa dan khas Bertanggungjawab atas semua tindakannya
Mencari umpan balik (feedback) tentang hasil tindakannya

Mengambil risiko yang moderat(menantang tetapi dapat dicapai secara nyata)

Berusaha melakukan sesuatu dengan cara kreatif dan inovatif

Mengingatkan diri atau melibatkan diri pada karir di masa yang akan datang.

Orang dengan Motif Persahabatan yang tinggi :

Lebih memperhatikan apakah ia disukai dan diterima oleh orang lain yang diikuti dengan adanya persahabatan

Lebih suka berhubungan dan bersama orang lain daripada sendirian, termasuk bercakap-cakap lewat telepon, berkunjung.

Cemas terhadap putusnya hubungan pribadi yang baik

Lebih memperhatikan segi hubungan antar pribadi daripada segi hubungan tugas dalam pekerjaan

Mencari persetujuan atau kesepakatan dari orang lain, cemas terhadap putusnya hubungan pribadi yang baik
Bekerja lebih efektif dalam hubungan kerjasama yang kooperatif.

Orang dengan Motif Kekuasaan yang tinggi :

Melakukan perbuatan yang menunjukkan kekuasaannya

Melakukan sesuatu yang mengakibatkan timbulnya perasaan sangat positif(senang) atau sangat negatif pada orang lain

Sangat aktif dalam menentukan arah kegiatan organisasi tempat ia berada

Peka dan memperhatikan struktur pengaruh antar pribadi, kelompok dan organisasi

Mengumpulkan benda/barang mewah atau menjadi anggota perkumpulan yang mencerminkan prestise

Cemas akan nama baiknya/kedudukannya

Berusaha menolong orang lain walaupun tidak diminta




11

Karyawan yang termotivasi berada di jalur menuju produktivitas tinggi. Ciri-

ciri karyawan yang termotivasi tinggi adalah:

Karyawan tersebut mampu memotivasi diri sendiri, berinisiatif, dan memacu diri untuk memulai sesuatu serta mempunyai komitmen tinggi (OCB : Organizational Citizenship Behavior).

Tekun, bekerja produktif menuntaskan tugas sampai berhasil walaupun mendapat rintangan.

Mempunyai kemauan keras untuk bekerja-selalu sibuk Bekerja efektif tanpa pengawasan
Melihat hal-hal yang harus dikerjakan dan mengambil tindakan yang perlu

Menyukai tantangan-ingin menguji kemampuannya-menyukai pencarian pemecahan masalah.

Selalu ingin bertanya-menunjukkan keingintahuan

Memperlihatkan ketidakpuasan konstruktif selalu memikirkan perbaikan sesuatu

Berorientasi pada sasaran atau pencapaian hasil Selalu tepat waktu dan ingin menepati waktu

Tingkat energi tinggi, dapat mengarahkan dan mempertahankan energi dengan efektif

Merasa puas jika sudah melakukan pekerjaan dengan baik

Menghargai imbalan yang pantas untuk hasil kerja yang berprestasi Memberikan andil pada penyelesaian pekerjaan yang melebihi dari

yang diharapkan

Memiliki sikap positif terhadap pekerjaannya (bangga, punya kebiasaan kerja yang baik, cermat, konsisten) dan terhadap lingkungan kerjanya (menghormati manajemen, mempunyai hubungan baik dengan manajemen, kolega, dan bawahan)
Percaya diri dan luwes dalam menyesuaikan diri dengan perubahan.

Terdapat  beberapa  faktor  yang  mempengaruhi  pengembangan  motif

prestasi, antara lain:






12





Faktor individu : penilaian tentang kemampuan/potensi diri, konsep diri, kematangan pribadi (internal rewards)

Faktor  Lingkungan  :  dukungan  dan  umpan  balik  positif  berupa

‘hadiah’ dalam bentuk pujian , penghargaan, promosi (external rewards) setiap kali individu berhasil mencapai prestasi unggul.

Pada saat memotivasi diri sendiri, faktor yang memotivasi Recognition & Responsibility. Motivator yang paling besar pada diri adalah Belief yaitu, keyakinan bahwa diri bertanggungjawab pada tindakan dan perilaku sendiri. Ketika orang menerima tanggung jawab, semua menjadi lebih baik :kualitas, produktivitas, relationship dan kerjasama

Untuk memotivasi orang lain, kita dapat memberi penghargaan, menghargai, menciptkan pekerjaan yang lebih menarik, menjadi pendengar yang baik, member tantangan, serta menolong tapi tidak melakukan sesuatu bagi orang lain yang sebenarnya dapat dilakukan oleh dirinya sendiri.

Salah satu hal yang dapat dilakukan manajer untuk memotivasi bawahannya adalah dengan memberikan reward. Agar pengaruh reward dapat digunakan secara maksimal, manajer perlu :

       Menghormati keberagaman dan perbedaan individu

       Secara jelas memahami apa yang orang lain inginkan dari suatu pekerjaan

       Mengalokasikan rewards untuk memuaskan kebutuhan individu dan organisasi

IV. PENUTUP

Setelah memahami benar hakikat kepemimpinan, maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan tidak mungkin berlangsung tanpa ada upaya memotivasi bawahan/orang lain. Dalam artian pihak lain/bawahan dapat patuh mengikuti apa kata sang pemimpin, hanya jika sang pemimpin mampu mendorong atau memotivasi mereka sehingga mereka (bawahan/rekan) dapat terdorong untuk melakukan suatu tindakan yang terarah pada tujuan bersama. Mengingat para




13





bawahan atau rekan kerja yang dimotivasi memiliki beragam kepribadian dengan beragam motivasi, maka rangkaian kata berikut ini layak disimak dalam rangka menjadi pemimpin yang mampu memotivasi bawahan untuk mencapai tujuan unit kerja dan organisasi.

To be a Good Leader you need to use your HEAD , demonstrate HEART, Act with GUTS.

Seiring dengan perusahaan tempat materi ini dibahas, yang bergerak di bidang perminyakan, maka motivation is like fire-unless you keep adding fuel to it, it dies.

Kesimpulan
Seorang pemimpin harus bisa memotivasi bawahannya agar bekerja untuk lebih produktif. dan menjalin komunikasi dengan 2 arah dengan baik untuk tercapainya tujuan bersama.
kepemimpinan yang baik sangat penting bagi kelangsungan bersama suatu organisasi. bila kepemimpinannya kurang baik, maka akan mempengaruhi kinerja bawahannya sehingga dapat menghambat kemajuan organisasi tersebut. dan kemungkinan kelompok akan berusaha kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya.
beberapa kualitas yang harus dimiliki jika ingin menjadi pemimpin yang baik adalah sebagai berikut :
1. antusias
2. Integritas
3. Loyalitas.
4. Adil
5. Menyayangi bawahannya
6. Tidak memiliki ego berlebihan
7. Percaya diri

Ada 2 tipe mindset dari seorang pemimpin. yaitu, mindset aktif dan mindset reaktif. mindset aktif mempunyai ciri-ciri : faster, harder, dan smarter. dan mindset reaktif ciri-cirinya adalah : richer, deeper, wiser.
dalam menjalankan kepemimpinan, ada beberapa tipe. yang pertama adalah kepemimpinan visioner.
jadi, motivasi dalam kepemimpinan perlu diterapkan agar para bawahan semakin termotivasi untuk menjadi lebih produktif dan menjaga hubungan harmonis agar tujuan dari suatu organisasi bisa tercapai.






Daftar Pustaka
Disajikan pada Kursus Arus Minyak Korporat Tahap Ketiga Angkatan II Tahun 2008, Marina Sulastiana