Selasa, 15 Oktober 2013

Ilmu Sosial Dasar - Masalah Banjir ,Akibat Ulah Manusia


Masalah Banjir, Akibat Ulah Manusia
















Setiap tahun masalah banjir selalu terjadi di berbagai penjuru Indonesia. Mulai dari ujung Sumatera hingga Papua. Dari wilayah terpencil hingga ibu kota negara. Secara geografis, wilayah Indonesia memang “dikepung” oleh air. Di Pulau-pulau Indonesia terdapat banyak sungai besar kecil, danau, dan telaga. Belum lagi lautan dan samudera yang mengelilingi wilayah kepulauan Indonesia. Kondisi geografis seperti ini sebenarnya tak serta-merta menjadikan masalah tentang banjir sebagai sesuatu yang pasti terjadi. Masalah tentang banjir lebih sering terjadi karena ulah manusia. 

Ulah Manusia Penyebab Banjir

Tak seperti gempa bumi, topan badai, atau gunung meletus yang murni merupakan bencana alam, kebanyakan masalah tentang banjir bukan terjadi semata-mata karena bencana alam. Artinya, banjir ini terjadi karena ada perbuatan manusia yang menyebabkannya

·       Penggundulan Hutan

            Dulu, Indonesia bisa membanggakan diri sebagai paru-paru dunia. Namun kini, sudah tak pada tempatnya jika Indonesia terus membanggakan diri. Tinggal 30% hutan Indonesia yang berada dalam keadaan baik, selebihnya sudah mengalami kerusakan.
Kerusakan hutan ini tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Ada tangan-tangan serakah manusia yang menebang pohon-pohon di hutan itu. Ada yang berbekal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dari pemerintah, ada pula yang merupakan penebangan liar. Penebangan hutan ini hanya berorientasi pada kepentingan hari ini dan tidak memikirikan masa depan.
Menebang satu pohon mungkin hanya memakan waktu setengah jam, tapi menumbuhkan benih hingga menjadi pohon berukuran sama besar dengan pohon yang ditebang, membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ini pun nyaris tak pernah dilakukan.
            Hutan yang gundul menyebabkan air hujan yang jatuh tak dapat diserap. Air hujan ini terus mengalir mencari tempat yang rendah. Banjir pun terjadi di daratan yang lebih rendah. Tak jarang banjir ini berupa banjir bandang yang membawa serta lumpur, potongan-potongan kayu, hingga bongkah-bongkah batu. Terkadang manusia memang menjadi sosok yang begitu egois. Hanya demi sejumlah rupiah mereka telah berani untuk menebang hutan yang ada. Dampak yang terjadipun akan menjadi lebih parah dan sangat tak sebanding dengan uang yang telah mereka miliki. Usaha penggundulan hutan ini memang terbagi menjadi dua bagian. Yang dilakukan secara terstruktur oleh pihak yang memang sudah sangat terlatih. Dan bagian yang lain adalah hutan yang digunduli oleh masyarakat yang hidup di sekitar hutan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
            Pada bagian pertama tentunya hutan yang digunduli amatlah lebih besar. Karena biasanya dilakukan oleh para perusahaan besar dengan menggunakan alat yang besar dan canggih pula. Mereka telah berniat untuk melakukan hal ini guna mendapatkan uang yang jumlahnya lebih besar. Bagian hutan yang digunduli akan terlihat lebih besar.
 Sedangkan bagian yang kedua biasanya masih dilakukan dengan sangat sederhana. Masyarakat hanya menebang pohon yang dapat mereka capai dan raih saja. alat yang digunakan juga masih sederhana dan tak secanggih alat yang dimiliki oleh perusahaan besar yang ada. 
Upaya pengundulan hutan ini sejatinya menampakkan pada kita betapa besar kebutuhan masyarakat kita akan kayu. Kayu memang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai hal.
 Misalnya dalam membangun rumah dibutuhkan kayu yang jumlahnya tak sedikit. Perabotan rumah juga banyak dibuat dari kayu. Serta hal yang lain seperti kertas yang juga dibuat dari kayu.
Untuk itulah kebutuhan akan kayu terus meningkat dari hari ke hari. Dengan ini maka pengundulan hutan pun akan terus terjadi dari hari ke hari pula. Semuanya adalah usaha untuk mencukupi kebutuhan akan kayu ini.

·       Pendangkalan Sungai

            Masalah tentang banjir juga bisa terjadi karena pendangkalan sungai. Pendangkalan ini bisa terjadi karena endapan lumpur yang terbawa dari daerah yang lebih tinggi atau karena tumpukan sampah. 
Di Bandung misalnya, 20% dari sampah dan limbah domestik  yang dihasilkan setiap hari dibuang ke sungai. Angka ini setara dengan 7000 meter kubik. Pendangkalan sungai ini jelas mengurangi kemampuan sungai untuk menampung air, akhirnya air dari badan sungai meluap ke daratan.

·       Perubahan Peruntukan Bantaran Sungai

            Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, bantaran sungai yang seharusnya menjadi area penghijauan dan pencegah banjir atau erosi telah berubah menjadi tempat pemukiman warga. Perubahan peruntukan ini ditambah dengan perilaku warga yang membuang sampah ke sungai, membuat masalah tentang banjir di perkotaan semakin parah.
 Banyak sekali bantaran sungai yang sudah beralih fungsi. Terutama di kota besar dimana daerah bantaran sungai ini sudah disulap menjadi area pemukiman warga. Hal ini akan mempersempit area penyerapan air.
 Terlebih lagi gaya hidup yang diterapkan oleh masyarakat penghuni bantaran sungai ini pun tak dapat dikatakan memiliki kaulita syang baik. Kebanyakan dari mereka menggunakan sungai yang ada sebagai barang utama. Mereka mengambil air dari sana, mencuci pakaian, piring dan mandi serta buang airpun di tempat yang sama.
 Hal ini sangat mempengaruhi kualitas dari sungai yang ada. Apalagi gaya hidup mereka yang juga suka untuk membuang sampah ke sungai. Hal ini akan membuat aliran sungai menjadi terhambat. Ketika hujan datang, aliran sungai menjadi tak lancar dan tersumbat oleh banyaknya sampah yang ada. Sehingga air hujan meluap ke daerah di sekitar sungai dan inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
Kita pun tak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada masyarakat penghuni bantaran sungai. Dalam kehidupan di kota besar, semua al terasa lebih sulit. Apalagi untuk mendapatkan rumah yang layak dan apat ditempati. Menjadi penghuni bantaran sungai seakan menjadi pilihan terakhir yang memang harus dilakukan untuk dapat bertahan hidup.

·       Tak Berfungsinya Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan air seperti selokan sering tak berfungsi. Selain sempit, tersumbat sampah, juga mengalami pendangkalan. Akibatnya ketika hujan turun, air pun akan meluber.
            Saluran pembuangan air yang ada di Indonesia memang tidak seperti apa yang ada di luar negeri. Jika kita mengetahui bahwa saluran pembuangan air yang ada di sana berukuran sangat besar sekali bahkan meneyrupai seperti terowongan. Hal ini akan sangat memudahkan dalam aliran air sehingga tak terjadi penyumbatan yang sangat memungkina terjadinya banjir.
            Sedangkan saluran air yang ada di negara kita kebanyakan tidak sebesar yang telah disebutkan. Pembuatannya pun terkadang hanya asal-asalan disertai dengan korupsi anggaran yang selalu terjadi. Dan hal ini akan semakin menurunkan kualitas dari saluran pembuangan itu sendiri.

·       Hilangnya Lahan Terbuka

            Dengan alasan agar tak becek atau supaya tampak lebih bersih, banyak warga yang memplester halaman, jalan, atau gang dengan semen. Akibatnya ketika hujan turun, air yang tak dapar diserap oleh tanah ini akan menggenang di mana-mana. Penggunaanpaving block masih lebih baik daripada menutup semua permukaan tanah.
 Hal ini juga menjadi penyebab utama banjir yang terjadi. Di kebanyakan kota besar di Indonesia, banyak sekali dibangun gedung yang tinggi ataupun bangunan lainnya. Bangunan ini dibangun di atas tanah yang dulunya mungkin adalah area pertanian seperti sawah ataupun ladang. 
Ketika menjadi sawah atau ladang, maka tanah masih memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk dapat menyerap air. Ketika hujan datang, air yang turun dapat diserap oleh kemampuan tanah ini. Namun hal inni tak dapat terjadi ketika di atas tanah tersebut sudah dibangun gedung dan bangunan. Dan lebih parahnya lagi, keberadaan bangunan ini tak banyak memperhatikan masalah bagaimana penyerapan air.
Sehingga ketika hujan besar dating, Air tak dapat lagi diserap karena hilangnya area untuk penyerapan. Sehingga air hanya akan mengalir begitu saja, terutama ke area pemukiman warga. Masalah mengenai banjir ini memang adalah masalah yangs elalu datang di musim hujan. Dan ternyata masalah mengenai hal ini banyak disebabkan oleh ulah tangan kita sendiri. Untuk itu, dalam upaya untuk mengatasi masalah banjir ini haruslah dimulai dari diri kita sendiri untuk lebih menjaga lingkungan.

Tanggung Jawab Bersama
           
            Manusia yang bersama-sama menjadi penyebab terjadinya masalah tentang banjir, jadi manusia pula yang harus bersama-sama menanggulanginya. Penanganan masalah banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja tanpa peran serta masyarakat, demikian pula sebaliknya. Saling tuding dan menyalahkan tidak akan membawa solusi. Lebih baik bekerja sama agar tak terus didatangi banjir setiap tahun.

Sumber : http://www.anneahira.com/masalah-banjir.htm

    Pendapat saya untuk menghindari bencana banjir adalah :
     
1.       Membuat saluran air yang banyak
2.      Biasakan buang sampah pada tempatnya 
3.      Membuat bendungan yang besar ,agar ketika hujan turun deras dapat di tampung di dalam bendungan
4.      Menanam pohon yang banyak agar dapat menjadi resapan air ketika hujan
5.      Tidak menebang pohon sembarangan